Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

MENGAJAK DENGAN BIJAK, BUKAN DENGAN MENGINJAK

  Pada tulisan sebelumnya, penulis telah menyinggung tentang faktor mendasar dari adanya Aliran Takfiri , diantaranya yaitu Gelora Hawa nafsu yang amat fatal dalam diri seseorang sehingga berdampak pada merasa diri lebih baik, dan merasa paling benar. Yah betul, merasa diri paling benar inilah yang kemudian menjadikan seseorang egois, dan anarkis. Selain mereka merasa paling benar, mereka pula merasa paling sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya, khususnya dalam berdakwah. Berbicara terkait dakwah, hal pertama yang perlu kita ketahui ialah definisi dari dakwah itu sendiri. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Dakwah ialah penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat; seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama. Lebih simpelnya kita artikan dakwah sebagai ajakan atau seruan yang mengarah kepada hal-hal yang baik. Seperti kita ketahui Rasulullah SAW ialah tokoh pemimpin yang menjadi teladan kaum muslimin dalam segala aspek. Dala...

KAFIR ENTE, SESAT ENTE

  Allah SWT menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia dijadikan sebagai khalifah dimuka bumi merupakan sebuah pertanda bahwa manusia lebih unggul dari makhluk yang lain. Manusia diberikan anugerah oleh Tuhan berupa akal pikiran. Ketika manusia berusaha untuk mengerahkan akal pikirannya dalam rangka memahami, menggali, mendapatkan, atau mengikuti pandangan berislam yang begini atau begitu, bermazhab atau beraliran ini dan itu, sejatinya semua itu hal yang niscaya dan alamiah belaka. Semua itu merupakan konsekuensi logis dalam upaya peningkatan keimanan yang kemudian membawanya kepada ketakwaan dan berujung pada ekspresi sosial. Tidak bisa kita pungkiri, dalam upaya memahami, dan menggali suatu hal pasti berdampak pada sebuah perbedaan dalam menghasilkan pemahaman. Tetapi jangan kemudian menjadikan kita lebih baik dari orang lain yang berbeda pemahaman dengan kita. Apalagi sampai pada taraf mengkafirkan. Karena hal demikian dapat melukai perasaan orang tersebut. ...

ISLAM AGAMA ETIKA

Indonesia adalah sebuah Negara yang sangat besar dengan populasi penduduk kurang lebih mencapai 281.603.800 jiwa. Terdapat beragam Agama yang dianut penduduk Indonesia, diantara Agama yang diakui dan dianut oleh Masyarakat Indonesia Ialah Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, namun tidak menjadikan kemudian Islam sebagai Nomor Satu. Karena Indonesia punya semboyan “Bhineka Tunggal Ika”, dan menjadikan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Sumber Hukum. Dalam islam terdapat Hukum Agama yang menetapkan Peraturan hidup Manusia, hubungan Manusia dengan Allah, hubungan Manusia dengan Manusia, hubungan Manusia dengan Alam yang semuanya itu Berdasarkan Al-Qur'an dan Al-Hadis. Adapun hukum Agama itu lebih kita kenal dekat dengan sebutan Syariat. Tujuan Allah SWT menetapkan Syariat ialah untuk mengatur kehidupan Manusia, baik yang berskala Ubudiyah maupun Muamalah agar berjalan dengan baik (Maslahat). Dalam Al-Qur'an maupun Al-Hadi...