Jumlah dalam pemahaman Nahwu:Dasar Pemahaman Bahasa Arab
A.Pengertian Jumlah Dalam kitab Kifayah al-Ashab karya syekh Abdullah Zaini bin Muhammad Aziz Al-Jawi disebutkan bahwa : لأنّ المراد بالجملة كلّ مركّب إسناديّ أفاد أم لم يفد Yang dikehendaki dengan jumlah adalah setiap kalimat yang tersusun, yang disandarkan, baik berfaedah maupun tidak. Contoh Jumlah yang berfaedah (memberikan pemahaman bagi pendengar) : قامَ زيدٌ (Zaid telah berdiri). Adapun contoh jumlah yang tidak berfaedah : إن قام زيد (jika Zaid telah berdiri). Jumlah sifatnya lebih umum daripada kalam. Oleh karena itu, setiap kalam tentu bisa disebut jumlah karena sudah tersusun. Tetapi, tidak setiap jumlah bisa disebut kalam karena belum tentu berfaedah. B.Pembagian jumlah Dalam kitab qowaid al-i'rab karya syekh Yusuf bin Abdul Qodir al-Barnawi disebutkan bahwa, jumlah terbagi menjadi 5 macam. إسميّة فعليّة ظرفيّة # وذات وجهين وزد شرطيّة Jumlah ismiyyah, fi'liyyah, dzorfiyyah, dzatu wajhain, dan syartiyyah. 1. Jumlah ismiyyah Dalam kitab Nahwu al-Wadih karya Dr. ...