Postingan

RAUDLATUL JAMI’ SYARAH JAM’UL JAWAMI’, KITAB USHUL FIKIH KARYA K.H. IMADUDDIN UTSMAN AL-BANTANI

Gambar
Kitab Jam'ul-Jawami' fi Ushul al-Fiqh karya Tajuddin al-Subki (w.771 H) merupakan salah satu kitab Ushul Fikih yang paling terkenal di kalangan Sunni, baik di Indonesia, Timur Tengah, maupun kawasan lainnya di dunia. Selain Ushul Fikih, dibahas juga diakhir kitab tentang Ushuludin dan Tasawuf. Kitab ini merupakan saripati dari kitab  Mukhtasar Ibnul Hajib dan Minhaj Al-Baydawi , beserta seratus kitab-kitab Ushul Fikih lainnya.  Kepadatan isi dan singkatnya narasi membuat kitab Jam’ul Jawami sulit difahami oleh para pembaca. Dari itu tampilah para ulama  membuat kitab-kitab syarah (penjelasan) akan kitab ini. kitab-kitab yang mensyarahi kitab Jam’ul Jawami mencapai 13 kitab. di antara kitab-kitab syarah yang telah ada, yang paling terkenal dan paling banyak dikaji di Indonesia adalah Syarah Imam Jalaluddin Mahali (w. 864 H.) dan Hasyiyah Muhammad bin Hasan Al-Banani (w.1141 H.) seorang ulama Maliki dari Maroko. Usaha pertama dalam mensyarah kitab Jam’ul Jawami dilakukan ol...

Ber-Amar Ma’ruf Nahi Munkar Melalui Perdebatan Nasab Ba’alawi

Gambar
Di tengah panasnya perdebatan Nasab Habaib sebagai keturunan Nabi, para ulama ada yang ikut merespons ada juga yang tidak ikut merespons terkait perdebatan ini. Setidaknya penulis akan menguraikan beberapa alasan para ulama yang ikut merespons dalam perdebatan Nasab Ba’alawi. ..... Perdebatan Nasab Ba’alawi bermula dengan adanya sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kiyai asal Banten yaitu KH. Imaduddin Utsman. Dalam penelitiannya beliau menyatakan bahwa Habaib bukan keturunan nabi Muhammad SAW. Hal ini kemudian menuai pro dan kontra dari para ulama. Lantas apakah penelitian yang dilakukan Kiyai Imad ini dianjurkan? Sangat dianjurkan, karena pengakuan yang mereka lakukan dinisbahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalam hal ini, Ibnu Hajar al-Haitami berkata : ينبغي لكل أحد أن يكون له غيرة فى هذا النسب الشريف وضبطه حتى لا ينتسب اليه صلى الله عليه وسلم أحد الا بحقّ “Seyogyanya bagi setiap orang mempunyai kecemburuan terhadap nasab mulia Nabi Muhammad SAW dan mendhobitnya (memeri...

Tuhan, Muhammad-kan Aku

Gambar
Manusia ditempatkan Tuhan sebagai Makhluk yang paling sempurna ciptaan-Nya. Karena manusia diciptakan dengan diberikan dua kecenderungan (baik-buruk). Dimana hal ini tidak diberikan kepada makhluk-makhlukNya yang lain. Semestinya, dengan adanya keistimewaan yang Tuhan berikan kepadanya membuatnya sadar akan tugasnya sebagai makhluk yang dimuliakan oleh Tuhan. Ya betul, tugas manusia sendiri adalah merawat, menjaga, melestarikan kehidupan, termasuk melestarikan alam bukan malah merusaknya. Dalam agama Islam, al-Qur'an adalah kitab suci yang menjadi sumber hukum paling utama. Ach. Dhofir Zuhry mengatakan dalam bukunya yang berjudul  “Nabi Muhammad Bukan Orang Arab”  Manusia, dalam kitab suci disebut dengan beberapa istilah, yakni nas (manusia secara umum), basyar (manusia secara biologis dan anatomi fisik), serta insan (manusia dengan dua kecenderungan). Dengan inilah kemudian Rasulullah Muhammad sebagai Manusia yang paling utama disebut dengan  insan kamil  (manusia y...

Jumlah dalam pemahaman Nahwu:Dasar Pemahaman Bahasa Arab

Gambar
A.Pengertian Jumlah Dalam kitab Kifayah al-Ashab karya syekh Abdullah Zaini bin Muhammad Aziz Al-Jawi disebutkan bahwa : لأنّ المراد بالجملة كلّ مركّب إسناديّ أفاد أم لم يفد Yang dikehendaki dengan jumlah adalah setiap kalimat yang tersusun, yang disandarkan, baik berfaedah maupun tidak. Contoh Jumlah yang berfaedah (memberikan pemahaman bagi pendengar) : قامَ زيدٌ (Zaid telah berdiri). Adapun contoh jumlah yang tidak berfaedah : إن قام زيد (jika Zaid telah berdiri). Jumlah sifatnya lebih umum daripada kalam. Oleh karena itu, setiap kalam tentu bisa disebut jumlah karena sudah tersusun. Tetapi, tidak setiap jumlah bisa disebut kalam karena belum tentu berfaedah. B.Pembagian jumlah Dalam kitab qowaid al-i'rab karya syekh Yusuf bin Abdul Qodir al-Barnawi disebutkan bahwa, jumlah terbagi menjadi 5 macam. إسميّة فعليّة ظرفيّة # وذات وجهين وزد شرطيّة Jumlah ismiyyah, fi'liyyah, dzorfiyyah, dzatu wajhain, dan syartiyyah. 1. Jumlah ismiyyah Dalam kitab Nahwu al-Wadih karya Dr. ...

Menolak Tawassul: Pertanda ketidak berimanan

Tawassul adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan perantara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT agar suatu permohonan dapat dikabulkan. [1] Adapun yang dituju dari tawassul ini ialah hanya Allah semata. Banyak terjadi kesalahan dalam memahami sebuah ayat Al-Qur'an yang kemudian menjadikan golongan ini melarang tawassul. Adapun ayat yang mereka jadikan sebagai landasan dalam pelarangan tawassul, ialah : اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُۗ وَالَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِه اَوْلِيَاۤءَۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَآ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰى Ketahuilah, hanya untuk Allah agama yang bersih (dari syirik). Orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata,) “Kami tidak menyembah mereka, kecuali (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” [2] Dalam hal ini, Syekh Abdul Hayy Al-'Amrawi dan Syekh Abdul Karim Murad memberikan sebuah pernyataan bahwa ayat ini menegaskan bahwa mereka menyembah berhala untuk tujuan tersebut...

STOP MEMBANGGA-BANGGAKAN NASAB

Dalam tulisan sebelumnya yang berjudul “Mengajak dengan bijak, bukan dengan menginjak”. Penulis mengajukan sebuah pertanyaan terkait Apakah boleh kita mencurigai nasab dari oknum-oknum yang mengatasnamakan keturunan Nabi, dimana sifat dan budi pekertinya sama sekali tidak mencerminakan sifat dan budi pekerti yang dimiliki oleh leluhurnya yaitu Baginda Nabi SAW. Dalam hal ini, penulis akan memberikan pandangan terkait pertanyaan ini.  ...... Polemik nasab, khususnya nasab ba’alawi menjadi bahan perbincangan publik belakangan ini. Bermula karena adanya sebuah penelitian yang dilakukan oleh KH. Imaduddin Utsman yang mengatakan bahwa Nasab para habaib (Ba’alawi) tidak tersambung kepada Rasulallah SAW. Ba’alawi adalah rumpun keluarga di Yaman yang di mulai dari datuk mereka yang bernama Alawi bin Ubaidillah. Yang kemudian lebih dekat kita kenal dengan sebutan habib. Terlepas dari pembahasan apakah mereka keturunan Nabi atau bukan, penulis akan tetap fokus kepada pertanyaan diatas. .......

MENGAJAK DENGAN BIJAK, BUKAN DENGAN MENGINJAK

  Pada tulisan sebelumnya, penulis telah menyinggung tentang faktor mendasar dari adanya Aliran Takfiri , diantaranya yaitu Gelora Hawa nafsu yang amat fatal dalam diri seseorang sehingga berdampak pada merasa diri lebih baik, dan merasa paling benar. Yah betul, merasa diri paling benar inilah yang kemudian menjadikan seseorang egois, dan anarkis. Selain mereka merasa paling benar, mereka pula merasa paling sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya, khususnya dalam berdakwah. Berbicara terkait dakwah, hal pertama yang perlu kita ketahui ialah definisi dari dakwah itu sendiri. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Dakwah ialah penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat; seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama. Lebih simpelnya kita artikan dakwah sebagai ajakan atau seruan yang mengarah kepada hal-hal yang baik. Seperti kita ketahui Rasulullah SAW ialah tokoh pemimpin yang menjadi teladan kaum muslimin dalam segala aspek. Dala...